Friday, 13 June 2014

Profile of Universiti Kebangsaan Malaysia

Universiti Kebangsaan Malaysia
(National University of Malaysia)

Ukm logo with name.jpg

Universitas didirikan untuk menjadi wahana transformasi kebangsaan. Untuk melengkapi pendidikan menengah, maka pendidikan tinggi diwujudkan. Begini pulalah hasrat yang diemban para pendiri bangsa di Malaysia sehingga mereka mendirikan Universiti Kebangsaan Malaysia. Saat itu, Universiti Malaya yang diwarisi dari pemerintahan Inggris semata-mata hanya menerima mahasiswa tidak dengan kualifikasi Melayu. Sementara etnis Melayupun memerlukan cendekiawan.

Berdasarkan keputusan kabinet, maka Universiti Kebangsaan Malaysia didirikan dalam kerangka mendaulatkan bahasa Melayu sebagai ilmu. 18 Mei 1970 dinyatakan sebagai awal mula penerimaan mahasiswa baru.

Saat itu, kampus masih terletak di Pantai Baharu, Kuala Lumpur. Peresmian itu dihadiri langsung Datuk Haji Abdul Rahman Yaakub Menteri Pelajaran Malaysia. Sementara naib canselor dijabat Dr. Muhammad Rashdan bin Baba.

Sejak awal dalam Penyata Pelajaran Razak (1956) dinyatakan hasrat untuk mendirikan sebuah universitas. Tetapi sampai sepuluh tahun sesudah kemerdekaan hasrat itu belum wujud juga. Maka pelbagai pihak kemudian mendesak pemerintah untuk segera mewujudkan janji yang dinyatakan sejak lama.

Setelah 40 tahun lebih berlalu, maka Universiti Kebangsaan Malaysia (UKM) menunjukkan bahwa apa yang diperjuangkan oleh para pendahulu Malaysia sebagai sebuah kenyataan.bahasa Melayu digunakan sebagai bahasa ilmu pengetahuan. Semua pelajar asing yang datang dipersyaratkan untuk belajar bahasa Melayu. Sehingga keperluan ini menjadi penerimaan bagi mahasiswa yang hendak belajar di UKM.

Terdapat 55 negara yang mengirimkan warganya untuk belajar di UKM. Mereka kemudian tetap saja belajar di UKM walau ada persyaratan ini. Berarti sesungguhnya bukanlah karena bahasa nasional yang tidak digunakan meluas di manca negara menjadi penghalang bagi pelajar asing untuk datang belajar di universitas yang ada. Salah satunya karena universitas yang ada memiliki jaminan kualitas yang memadai.

Untuk menjaga kualitas, sejak awal pihak universitas sudah merancang jaminan mutu dengan memperoleh ISO 9001:2000. Ini diperoleh sejak 4 April 2003. Dengan mengusahan ini, berarti kualitas proses pendidikan senantiasa diarahkan untuk dilaksanakan dengan kualitas utama. Dampak dari semua usaha ini kemudian membuahkan hasil pada tahun 2006 dengan mendapatkan anugrah kualitas yang diberikan Perdana Mentri Malaysia.

Dalam peringkat dunia yang keluarkan Quacquarelli Symonds (QS) World University Rankings 2012, Universiti Kebangsaan Malaysia di peringkat ke-261. Berbeda 21 tingkat dengan Universitas Indonesia menempati posisi 273. Adapun Universitas Gadjah Mada (UGM) pada peringkat 401-450. Sementara Institut Teknologi Bandung (ITB) mampu mencapai peringkat 451-500 besar. Ini berarti, tidak ada satupun universitas yang ada di indonesia yang mampu menyamai peringkat UKM.

Untuk penilaian Quacquarelli Symonds (QS) World University Rankings tahun 2012 kategori universiti di bawah 50 tahun, UKM berada di peringkat ke-31. Jika melihat QS Top 500 Asian University Rankings, maka UKM menempati urutan ke-53 (2011) dan ke-58 (2012) .
Siang ini, saat menunaikan shalat Jumat di masjid UKM, tidak saja menyediakan kemudahan ibadah kepada warga kampus. Tetapi juga masyarakat sekitar kampus memilih untuk menunaikan shalat di sini. Sepanjang Ramadhan disediakan buka puasa untuk  mahasiswa dan warga kampus yang tinggal untuk menyambut shalat shalat maghrib di kampus. Sebuah usaha untuk meningkatkan pengetahuan dan juga ibadah. Lalu masjid UKM juga sekarang mendirikan sebuah unit untuk mengurus zakat profesi warga kampus. Semua dosen dan pegawai diminta kesediaanya mengeluarkan zakat profesi melalui masjid kampus.
Kampus sudah menjadi penyeimbang bagi kehidupan dunia dan juga tuntutan akhirat. Bukan berarti saat mengejar ilmu kemudian kehidupan ukhrawi terabaikan. Justru dengan menjalankan sebuah universitas dan pencarian ilmu pengetahuan akan mendekatkan kepada kehidupan akhirat juga.

Dari pengalaman ini dapat kita sakisakan bahwa tanpa perlu menjadikan bahasa asing sebagai tujuan utama, maka pencapaian kecendekiawanan dapat saja dipupuk dan mendapat pengakuan dunia internasional. Seyogyanya sebagaimana kata allahuyarham Tun Razak “bahasa asing dijinjing, bahasa ibunda dijunjung”.


University Profile
Motto in EnglishInspiring Futures, Nurturing Possibilities
Established1970
TypePublic
Undergraduates17,500 (AY 2006-07)
Postgraduates5,105 (AY 2006-07)
Location Coordinates2°55′11″N 101°46′53″E
AffiliationsACUASAIHLAUNAUAP[1]
Websitehttp://www.ukm.my/

Referensi

2 comments:

  1. http://www.ppiukm.org/2014/06/profile-of-universiti-kebangsaan.html
    Informasi yang sangat menarik bos,,
    domino 99 | domino99

    ReplyDelete